Skip to main content

Pendidikan Indonesia



PENDIDIKAN DI INDONESIA
Oleh: Sukiman, S.Pd

1. Pengertian Pendidikan
Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembanguan itu sendiri. Pembangunan diarahkan dan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sektor ekonomi, yang satu dengan lainnya saling berkaitan dan berlangsung dengan berbarengan (Hamalik, 1999).
Pada rumusan pendidikan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional terkandung empat hal yang perlu digarisbawahi dan mendapat penjelasan lebih lanjut. Dengan “usaha sadar” dimaksudkan bahwa pendidikan diseleggarakan berdasarkan rencana yang rasional obyektif. Pendidikan tidak diselenggarakan secara tak sengaja atau bersiat insidental seenaknya, atau berdsarkan mimpi di siang bolong dan penuh fantastis.
Fungsi pendidikan adalah menyiapkan peserta didik. Menyiapkan diartikan bahwa peserta didik pada hakekatnya belum siap, tetapi perlu disiapkan dan sedang menyiapkan dirinya sendiri. Hal ini menunjuk pada proses yang berlangsung sebelum peserta didik itu siap untuk terjun ke kancah kehidupan yang nyata. Penyiapan itu dikaitkan dengan kedudukan peserta didik sebagai calon warga negara yang baik, warga bangsa dan calon pembentuk keluarga baru, serta mengemban tugas dan pekerjaan kelak di kemudian hari (Hamalik, 1999).
Strategi pelaksanaan pendidikan dilakukan dalam “bentuk kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan”. Bimbingan pada hakekatnya adalah pemberian bantuan arahan, motivasi, nasihat dan penyuluhan agar siswa mampu mengatasi, memecahkan masalah, menanggulangi kesulitan sendiri. Pengajaran adalah bentuk kegiatan dimaana terjalin hubungan interaksi dalam proses belajar dan mengajar antara tenaga kependidikan (khususnya guru/pengajar) dan peserta didik untuk mengembangkan perilaku sesuai dengan tujuan pendidikan. Pelatihan prinsipnya adalah sama dengan pengajaran, khususnya untuk mengembangkan ketrampilan tertentu (Hamalik, 1999).
Produk yang ingin dihasilkan oleh proses pendidikan adalah untuk berupa lulusan yang mempunyai kemampuan melaksanakan peranan-peranannya untuk masa yang akan datang. Peranan bertalian dengan jabatan dan pekerjaan tertentu, yang tentunya bertalian dengan kegiatan pembangunan di masyarakat (Hamalik, 1999).

2. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang tercapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam konteks ini, tujuan pendidikan merupakan suatu komponen sistem pendidikan yang menempati kedudukan dan fungsi sentral (Hamalik, 1999).
Tujuan pendidikan disusun secara bertingkat, mulai dari tujuan pendidikan yang sangat luas dan umum sampai ke tujuan pendidikan yang spesifik dan operasional. Tingkat-tingkat tujuan pendidikan itu meliputi (a) tujuan pendidikan nasional, (b) tujuan institusional, (c) tujuan kurikuler dan (d) tujuan pembelajaran (instruksional), yang mencakup tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus (Hamalik, 1999).
Tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Bab II pasal 4).
Tujuan institusional adalah tujuan yang hendak dicapai oleh suatu lembaga pendidikan atau satuan pendidikan tertentu. Tiap lembaga pendidikan memiliki tujuannya masing-masing, yang berbeda satu dengan lainnya, sesuai dengan karakteristik lembaga tersebut. Tujuan instistusional terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menunjuk pada pengembangan warga negara yang baik, sedangkan tujuan khusus meliputi pengembangan aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai (Hamalik, 1999).
Tujuan kurikulum adalah tujuan yang hendak dicapai oleh suatu program studi, bidang studi dan suatu mata pelajaran, yang disusun berdasarkan tujuan institusional. Perumusan tujuan kurikulum berpedoman pada kategorisasi tujuan pendidikan/taksonomi tujuan, yang dikaitkan dengan bidang-bidang studi bersangkutan (Hamalik, 1999).
Tujuan pembelajaran adalah tujuan yang hendak dicapai setelah selesai diselenggarakannya suatu proses pembelajaran, misalnya satuan acara pertemuan, yang bertitik tolak pada perubahan tingkah laku siswa. Tujuan ini disusun berdasarkan tujuan kurikulum (Hamalik, 1999).







Comments

Popular posts from this blog

Pembiasan Cahaya

5 Peristiwa Unik Akibat Pembiasan Cahaya Oleh : Marsiswanto Mangape, S.Pd.SD Banyak fenomena unik tentang alam yang sudah kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena alamiah tersebut berkaitan erat dengan materi pelajaran IPA Fisika di sekolah. Ini membuktikan bahwa ilmu fisika itu ada dimana mana dan kapan saja. Fenomena fisika   yang menjadi pembahasan kali ini adalah pembiasan cahaya. Peristiwa pembiasan cahaya sesungguhnya menjadi sesuatu yang unik. Mengapa tidak? Salah satu sifat cahaya adalah dapat membelok karena melewati dua medium (zat perantara) yang berbeda kerapatan optiknya. Kerapatan optik dikenal juga dengan   istilah Indeks bias . Angka indeks yang diperoleh dari perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya pada suatu zat. Indeks bias zat berbeda-beda satu sama lainnya. Indeks bias udara (1.00), air (1.33) dan intan (2.42). Jika cahaya melewati du...

Pemanfaatan Multimedia

PEMANFAATAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Oleh La Hamiju, S.Pd PEMANFAATAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Ada 3 tipe pemanfaatan multimedia pembelajaran. Pertama, multimedia digunakan sebagai salah satu unsur pembelajaran di kelas. Misal jika guru menjelaskan suatu materi melalui pengajaran di kelas atau berdasarkan suatu buku acuan, maka multimedia digunakan sebagai media pelengkap untuk menjelaskan materi yang diajarkan di depan kelas. Latihan dan tes pada tipe pertama ini tidak diberikan dalam paket multimedia melainkan dalam bentuk print yang diberikan oleh guru. Kedua, multimedia digunakan sebagai materi pembelajaran mandiri. Pada tipe kedua ini multimedia mungkin saja dapat mendukung pembelajaran di kelas mungkin juga tidak. Berbeda dengan tipe pertama, pada tipe kedua seluruh kebutuhan instruksional dari pengguna dipenuhi seluruhnya di dalam paket multimedia. Artinya seluruh fasilitas bagi pembelajaran, termasuk latihan, feedback dan tes yang mendukung tujuan pembelaj...

Peran Komite Sekolah

PENINGKATAN MUTU SEKOLAH MELALUI PENINGKATAN PERAN KOMITE SEKOLAH Oleh Aisa Bin Umar BAB I  PENDAHULUAN A.    Latar Belakang Masalah Sekolah sebagai penyedia jasa layanan pendidikan yang diinginkan masyarakat dan kebutuhan sekolah bagi pendidikan generasi mudanya. Sekolah adalah bagian tak terpisahkan dari ;masyarakat sehingga sekolah membutuhkan peran serta masyarakat dalm meningkatkan jasa layanan pendidikan. Selama ini peran serta masyarakat dalam membantu peningkatan mutu pembelajaran di sekolah masih sangat kurang. Banyak faktor selain letak geografis, latar belakang pendidikan juta tingkat pendapatan masyarakat yang kebanyakan petani masih kurang. Menurut keputusan Mendiknas No. 044/U/2002, tugas dan peran Komite Sekolah ada empat macam, yaitu: 1.     Memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. 2.     Memberikan sumbangan pemikira, dana dan tenaga dalam menyelenggarakan pen...